Jakarta – The Catalans mengalami anomali musim ini dengan menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di fase grup. Itu jadi catatan terbaik sejak musim 2004/2005.

Barca tercatat cuma kebobolan satu gol dari enam laga yang sudah dilalui mereka di fase grup. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Blaugrana terjadi saat mengalahkan Olympiakos 3-1 di pertandingan ketiga. Gol itu dilesakkan oleh bek Dimitris Nikolaou.

Catatan ini menjadi yang terbaik untuk Barca setelah selalu tampil di Liga Champions sejak musim 2004/2005. Tim asal Spanyol tersebut menjadi yang paling sulit dibobol saat ini.

Kokohnya lini belakang Barca ternyata berimbas ke lini depan. Di fase grup Barca cuma bisa mencetak sembilan gol. Ini menjadi catatan terkecil kedua setelah pada musim 2009/2010 cuma mencetak tujuh gol.

Lantas apa yang membuat Barca jauh lebih oke di lini penjagaan? Selain karena faktor Ernesto Valverde selaku pelatih anyar musim ini, Lionel Messi pernah mengatakan jika kuatnya penjagaan timnya karena kepergian Neymar.

Ketiadaan Neymar membuat Valverde mengubah cara main. Pelatih 53 tahun itu lebih mengutamakan menguatkan lini tengah, yang berdampak pada kokohnya perlindungan untuk barisan penjagaan.

“Kepergian Neymar sudah membuat kami mengubah cara bermain. Kami kehilangan potensi yang amat besar di lini serang, namun hal tersebut juga membantu kami untuk fokus di sisi penjagaan,” kata Messi kepada Marca pada akhir November lalu.

“Saat ini, kami jauh lebih kuat di lini tengah, kami bermain dengan lebih terorganisir dan hal tersebut membuat kami lebih kuat ketika bertahan,” sambungnya.

Sejak mulai diperkuat Neymar pada 2013/2014, Barca kebobolan sebanyak lima kali dan mencetak 16 gol di fase grup. Di musim 2014/2015, mereka mencetak 15 gol dan kebobolan lima kali. Di musim 2015/2016, Blaugrana cuma kebobolan empat gol dan mencetak 15 gol. Di musim 2016/2017, mereka mencetak 20 gol dan kebobolan empat kali.

(ran/din)


NO COMMENTS