London – Penampilan Dele Alli bersama Tottenham Hotspur menunjukkan tren menurun pada musim ini. Alli menyadari hal ini dan akan bekerja keras untuk memperbaikinya.

Alli langsung mencuri perhatian setelah direkrut Spurs dari MK Dons pada 2015 lalu. Dari bukan siapa-siapa, dia mendadak jadi salah satu pemain muda paling bersinar di Premier League berkat performa impresifnya di lini tengah. Sebagai pemain tengah serang, dia terhitung rajin mencetak gol.

Alli makin mengilap pada musim lalu. Dia mengemas 22 gol dan 13 assist di sepanjang musim dalam 50 pertandingan bersama Spurs. Tak mengherankan apabila dia kemudian mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik versi PFA untuk dua musim secara berurutan.

Namun, Alli meredup pada musim ini, seperti halnya Spurs di Premier League. Kontribusinya untuk Spurs sejauh ini adalah tiga gol dan dua assist di liga domestik.

Alli tahu dirinya sedang tidak berada dalam puncak performa. Menurut pemain berusia 21 tahun itu, hal tersebut adalah bagian dari proses belajarnya.

“Saya pikir saya adalah pengkritik terbesar untuk diri saya sendiri,” ucap Alli seperti dikutip Sky Sports.

“Setiap kali saya tahu ketika tak bermain baik dan jika itu tak berjalan baik untuk saya, penting untuk terus bekerja keras dan berusaha belajar setiap hari dan meningkat sebagai seorang pemain,” tambahnya.

“Tentu saja saya ingin berada di level tertinggi pada tiap laga dan tiap sesi latihan, tapi saya pikir itu tak mungkin. Jadi, saya pikir ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk belajar lebih banyak soal diri saya sebagai pemain dan pribadi, jadi saya menantikannya dan saya harus terus menikmatinya,” kata Alli.

Alli akan tampil sebagai starter pada laga Liga Champions melawan APOEL Nicosia di Wembley, Kamis (7/12/2017) dinihari WIB. Laga itu sudah tak berarti apa-apa karena Spurs sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup.

(mfi/rin)


NO COMMENTS