Jakarta – Sebagai kandidat kuat juara, legalitas Bhayangkara FC belum beres. Tim besutan Simon McMenemy itupun menerima dengan lapang dada tak tampil di ajang Asia.

Bhayangkara FC menguasai papan klasemen LIga 1 2017 dengan 59 poin, terpaut empat poin di atas Bali United yang mengisi posisi kedua. Mereka berpotensi untuk tampil di ajang Asia. AFC memberikan tiga slot bagi Indoensia untuk Liga Champions dan Piala AFC.

Peluang untuk tampil di kompetisi Asia itu malah terganjal dengan belum beresnya legalitas Bhayangkara. Sebab, AFC mensyaratkan klub minimal berbadan hukum dan eksis minimal dua tahun.

[Gambas:Sportradar]

“Di forum AFC licensing club yang digelar awal tahun ini memang ada sosialisasi seperti itu. Minimal tim eksis dua tahun untuk warna klub, logo, nama, badan hukum, home base, dll. Kalau regulasinya sudah begitu, ya (kami) belum bisa ke Asia. Kami menerimanya,” kata Corporate Secretary Bhayangkara FC (BFC), Rahmad Sumanjaya, kepada detikSport, Rabu (11/10/2017).

“Kecuali, ada fasilitas dari PSSI, artinya federasi bisa mengajukan lisensi bagi klub untuk partisipasi di level Asia. Seperti, Bhayangkara FC atau klub lain bisa diajukan oleh PSSI ke AFC untuk main di level Asia, meskipun belum berlisensi,” Rahmad mengungkapkan.

Bakal lolos tampil di ajang Asia atau tidak, Bhayangkara sudah menyiapkan satu turnamen pemanasan. Mereka berencana tampil di Yunnan Tournament mulai 3-20 Desember. Di antara klub yang ambil bagian berasal dari China, India, Bangladesh, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara.

(fem/krs)


NO COMMENTS